BLOG Rolling Hills

7 Biaya Jual Beli Rumah yang Wajib Diketahui

Mau Beli Rumah? Ketahui 7 Biaya Saat Proses Beli Rumah

Rolling-hills.id, Karawang – Memiliki rumah memang menjadi impian setiap orang. Rumah merupakan salah satu barang kebutuhan primer yang statusnya menjadi barang cukup mewah. Meskipun setiap orang membutuhkan rumah tapi tidak semua orang mampu membeli rumah. Oleh karena itu banyak bank dan Layangan Keuangan memberikan fasilitas kredit agar setiap orang mampu membeli rumah.

Namun beberapa orang masih kaget ketika menghitung biaya yang timbul dari proses jual beli rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Untuk itu dalam artikel ini, Rolling Hills akan membahas soal biaya yang timbul dalam proses jual beli rumah dan cara menghitungnya. Dengan mengetahui apa saja biaya yang harus disiapkan ketika Anda ingin membeli rumah, Anda dapat lebih matang mempersiapkan rencana keuangan untuk memiliki rumah baru.

Apa saja biaya yang timbul selama proses jual beli rumah? Simak selengkapnya di sini.

Biaya Pengecekan Sertifikat

Dalam memilih sebuah rumah, Anda harus selalu mengedepankan sikap hati-hati. Salah satu hal yang bisa Anda lakukan sebelum membeli rumah adalah dengan melakukan pengecekan sertifikat sebelum proses jual beli rumah dilakukan. Pengecekan sertifikat dapat dilakukan di kantor Badan Pertanahan Nasional terdekat.

Tujuan pengecekan sertifikat adalah untuk memastikan tidak ada catatan buruk seperti keaslian sertifikat, catatan sita, sengketa, blokir dan lain sebagainya. Sehingga Anda akan terbebas dari masalah yang rumit di masa depan. Pemeriksaan ini tentu sangat penting sebelum Anda benar-benar membeli sebuah rumah.

Cara untuk melakukan pengecekan sertifikat adalah sebagai berikut. Anda harus membawa beberapa dokumen seperti; Fotokopi sertifikat tanah yang hendak diperiksa, surat tugas atau surat kuasa pengecekan dari PPAT, Permohonan pengecekan sertifikat, Fotokopi KTP Pemilik sertifikat, dan biaya administrasi kurang lebih Rp. 50.000.

Biaya Akta Jual Beli (AJB)

Setelah Anda melakukan pengecekan sertifikat, biaya yang harus dipersiapkan selanjutnya adalah pembuatan Akta Jual Beli (AJB). Pembuat Akta Jual Beli (AJB) adalah PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah. AJB berfungsi sebagai bukti atas terjadinya transaksi jual beli antara penjual kepada pembeli rumah.

Cara membuat AJB sebenarnya cukup sederhana. Pertama Anda harus mempersiapkan dokumen penjual yaitu;

  1. Fotokopi KTP Penjual
  2. Fotokopi Surat Nikah penjual (jika sudah menikah)
  3. Fotokopi Kartu Keluarga
  4. Sertifikat Tanah
  5. PBB Tahun Terakhir
  6. Fotokopi NPWP

Kemudian Anda juga harus mempersiapkan dokumen pribadi sebagai pihak pembeli, yaitu:

  1. Fotokopi KPT Pembeli
  2. Fotokopi Kartu Keluarga
  3. Fotokopi Surat Menikah (jika sudah menikah)
  4. Fotokopi NPWP

Setelah dokumen dipersiapkan, Anda bisa mendatangai pejabat PPAT atau Notaris terdekat. Untuk mengetahui biaya yang harus dikeluarkan selama pembuatan Akta Jual Beli (AJB), Anda harus mengetahui beberapa hal sebagai berikut;

Pajak penghasilan (dibayarkan oleh penjual) dengan rincian 2,5% dari Nilai Perahilan/Nilai Transaksi dan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB). Jasa PPATP sendiri berkisar 1% dari total transaksi.

Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Dalam proses jual beli rumah dikenal Beas Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB). BPHTB dalam jual beli rumah adalah pungutan atas perolehan hak atas tanah dan bangunan. Pungutan ini ditanggung oleh pembeli. BPHTB merupakan salah satu pajak yang wajib dibayarkan oleh pembeli ke kas negara. Biaya yang timbul dari pembuatan BPHTB sendiri berkisar 5% dari harga jual dikurangi dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Pada transaksi jual beli tanah dan rumah, subjek pajak BPHTB adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah dan bangunan yang dibeli.

Perhitungan BPHTB dilakukan dengan rumus tarif pajak 5% x Dasar Pengenaan Pajak (NPOP – NPOPTKP) dimana NPOP adalah Nilai Perolehan Objek Pajak dan NOPTKP adalah Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak dengan tarif paling rendah Rp. 60.000.000. Sebagai contoh, Jika Anda membeli tanah dengan harga Rp. 200.000.000 di Karawang, maka perhitungannya adalah sebagai berikut.

NPOP: Rp. 200.000.000

NPOPTKP Karawang: Rp. 80.000.000

5% x (Rp. 200.000.000 – Rp. 80.000.000)

5% x Rp. 120.000.000 = Rp. 6.000.000

Jadi biaya yang harus Anda siapkan untuk BPHTB dengan nilai tanah Rp. 200.000.000 adalah Rp. 6.000.000.

Biaya Balik Nama

Balik nama sertifikat adalah proses pemindahan nama yang tercantum dalam sertifikat tanah dan bangunan. Jika Anda membeli rumah dari pengembang maka Biaya Balik Nama ini diurus oleh pengembang sehingga pembeli hanya tinggal membayar saja biayanya. Proses Balik Nama ini dilakukan di PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Adapun Biaya yang harus dikeluarkan selama proses Balik Nama Sertifikat ini antara lain; Biaya pembuatan sertifikat sebesar Rp 25.000 hingga Rp. 50.000 dan Biaya Admnistrasi sebesar 2% dari total transaksi dengan rumus BBN= 2% x Nilai Transaksi. Jadi jika harga tanah dan bangunan yang Anda beli sebesar Rp 200.000.000 maka Biaya Balik Nama berkisar antara Rp 4.000.000.

Biaya Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Dalam jual beli rumah, Anda akan dikenakan PPN atau Pajak Pertambahan Nilai dengan jumlah 10% dari total nilai transaksi dengan minimal nilai transaksi diatas Rp. 36.000.00. Pungutan PPN ini dikenakan sekali saat membeli rumah. Pembayaran PPN dilakukan setelah transaksi selesai pada tanggal 15 bulan terjadinya transaksi atau bulan berikutnya. Setelah pembayaran PPN dilakukan, Anda wajib lapor pada kantor pajak setempat paling lambat tanggal 20.

Pengenaan tarif PPN ini hanya berlaku pada penjualan rumah primary atau langsung dari pengembang kepada konsumen. Biasanya pengembang akan memasukan biaya PPN pada harga rumah yang dijual untuk memudahkan pembeli membayar dan melapor kepada kantor Pajak terkait.

Biaya Notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)

Dalam melakukan transaksi jual beli rumah, maka Anda memerlukan Notaris untuk mengurus seluruh dokumen dan legalitas rumah, proses jual beli, dan pemindahan hak kepemilikan. Hal ini karena Notaris adalah satu-satunya pihak yang berwenang menentukan keabsahan suatu proses jual beli tanah dan rumah. Sehingga kehadiran Notaris dalam sebuah kegiatan jual beli rumah bersifat mutlak.

Adapun biaya Notaris yang harus Anda persiapkan sangat bergantung pada masing-masing pejabat Notaris. Namun sebagai gambaran biaya yang perlu dipersiapkan antara lain;

  1. Biaya cek sertifikat; Rp. 100.000
  2. Biaya SK; Rp. 1.000.000
  3. Biaya Validasi Pajak; Rp. 200.000
  4. Biaya AJB; Rp. 2.400.000
  5. Biaya BBN; Rp. 750.000
  6. Biaya Surat Kuasa Hak Membebankan Hak Tanggungan; Rp. 250.000
  7. Biaya Akta Pembelian Hak Tanggungan; Rp. 1.200.000

Jika ditotalkan, biaya tersebut dapat mencapai Rp. 5.000.000. Selain biaya tersebut, biasanya Notaris akan dibayar 0,5 sampai dengan 1% dari nilai transaksi. Biaya ini bisa Anda tawar sesuai dengan kesepakatan antara Notaris, Pembeli, dan Penjual.

Biaya KPR (Kredit Pemilikan Rumah)

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah fasilitas pinjaman Bank atau Lembaga Keuangan lainnya untuk membiayai pembelian rumah. Pinjaman ini akan ditanggung oleh pembeli melalui cicilan berbunga yang dibayarkan setiap bulannya. Tenor pinjaman atau lamanya cicilan bisa bervariasi dari masing-masing Bank dan Penyedia Layanan Keuangan lainnya.

Jika Anda membeli rumah dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maka akan timbul biaya seperti provisi, administrasi, Asuransi Kebakaran, dan Asuransi Jiwa yang bisa mencapai 4% hingga 5% dari total Pinjaman. Selain biaya tersebut, Bank atau Lembaga Keuangan Penyedia KPR akan mengharuskan Anda membayar Down Payment (DP) minimal 10% dari total harga rumah yang akan dibeli.

Kesimpulan

Perumahan Rolling Hills Karawang adalah perumahan di kawasan strategis Karawang Barat. Letaknya yang langsung berada di pintu Tol Karawang Barat memberikan kemudahan mobilitas tersendiri bagi para penghuninya. Rolling Hills juga memberikan berbagai kemudahan transaksi jual beli rumah dengan memberikan asistensi yang transparan selama proses jual beli terjadi. Rolling Hills juga memberikan diskon hingga 5 Juta Rupiah bagi Anda yang tertarik memiliki hunian di Rolling Hills Karawang. (ADR).

wa